Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan rangkaian kegiatan MuDA Creativity 4th Anniversary dengan tema “IT’s about us: Air Untuk Masa Depan” tepat pada waktunya. Terlaksananya kegiatan ini tentunya tidak lepas dari peran serta berbagai pihak yang telah memberi bantuan baik secara material maupun spiritual, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh keluarga Kompas MuDA baik Redaksi dan Marcom (Marketing Communication) Kompas MuDA yang memberi kepercayaan dan kesempatan kepada kami untuk menyelesaikan rangkaian kegiatan MuDA Creativity 4th Anniversary. Terkhusus pula kepada kedua orang tua kami yang sabar membimbing dan mendoakan kami agar senantiasa diberikan kesehatan dalam menjalankan rangkaian kegiatan MuDA Creativity 4th Anniversary ini. Serta tidak lupa kepada seluruh teman-teman yang membantu pelaksanaan rangkaian kegiatan MuDA Creativity 4th Anniversary.
Begitu banyak pengalaman yang kami dapatkan setelah menjadi bagian dari keluarga Kompas MuDA. Mulai dari pengalaman baru, teman baru bahkan sampai pacar baru yang telah membuat hidup kita lebih indah dan penuh dengan warna. Meski dalam waktu yang sangat singkat ini, kami merasa sangat bangga bisa dipercaya dan diberikan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang luar biasa selama berada di Kompas MuDA.
Tentunya pula tak ada gading yang tak retak, untuk itu kami menyadari bahwa rangkaian kegiatan MuDA Creativity 4th Anniversary ini masih memiliki banyak kelemahan serta kekurangan baik dari segi teknis maupun non teknis. Untuk itu kami membuka pintu yang selebar-lebarnya kepada semua pihak agar dapat memberikan saran dan kritik yang membangun demi penyempurnaan kegiatan MuDA Creativity mendatang.
Malam minggu kali ini ada yang berbeda loh, Mudaers. Semua volunter batch 3 berkumpul dalam malam keakraban yang sangat spesial, acara ini diselenggarakan agar mereka lebih kenal dan dekat antar satu sama lain. Maklum lah, dalam waktu 48 jam kurang mereka baru saja bertemu di Jakarta ini , dan pastinya masih banyak yang canggung karena belum kenal anak-anak dari kota lain. Tepatnya di Anjungan Jawa Timur, TMII, mereka bersenda gurau, tertawa dan bercanda. Pokoknya seru deh, mereka semua terbawa suasana dengan asiknya kebersamaan bareng anak-anak muda yang gokil abis.
Oh iya, sebenarnya semua volunter udah mempersiapkan penampilan mereka malam ini sehari sebelumnya loh. Mereka itu dibagi menjadi sepuluh kelompok, dan aturan mainnya adalah setiap kelompok harus tampil dengan berbagai macam penampilan, seperti drama, menari, menyanyi, dan sebagainya. Oh no, dan itu ternyata diundi juga loh untuk pilihan penampilan mereka, kelompok siapa yang bakal nyanyi, kelompok siapa yang bakal joget-joget, wah bakalan seru banget, apalagi kelompok yang bakal goyang-goyang asoy geboy sangat ditunggu banget deh nih , haha. “OMG, we have to prepare it as soon as possible” ucap salah satu volunteer dari Jakarta, udah gitu mereka cuma punya waktu 3 jam untuk latihan!Dan pastinya kebayang kan gimana hebohnya persiapan mereka untuk tampil di waktu yang singkat itu! Oh iya nih Mudaers, ada properti yang wajib dipakai saat perform, yaitu botol dan galon aqua.
Malam keakraban dimulai dari jam 21.00. Padahal mereka baru sampai di TMII jam 8 malam loh ! Walaupun mereka masih pada capek setelah seharian mengikuti rangkaian kegiatan dan pastinya acara puncak hari kedua di Istora Senayan, mereka masih bersemangat untuk menampilkan penampilan terbaik kelompo kita. Ssst,sebelumya rombongan volunteer dari Jakarta sempat nyasar keliling TMII dulu loh ! Tiap kelompok menampilkan sesuatu yang berbeda-beda, dari menyanyi, dance, puisi berantai, drama lucu, hingga drama musikal. Setelah seluruh kelompok tampil ,giliran performance dari volunteer batch 1 dan batch 2. Mereka menyanyikan lagu untuk mengenang kepergian salah satu anggota keluarga Kompas MuDA, Bagas Dayu Perdana yang telah berpulang. Suasana pun langsung hening dan mereka semua melakukan doa bersama.
Sebelum penutup, mereka mengadakan sharing bareng tentang kritik dan saran,serta keluh kesah selama tiga hari kumpul bersama. Nah, dari Jakarta diwakili oleh Faiz. Dia bilang “Kita juga pengen ngerasain seperti kalian, bisa seneng-seneng bareng dan ngerasain capeknya diperjalanan. Saran nih, tahun depan kalo bisa diadain di Bali biar yang lain juga ngrasain jadi tuan rumah acara puncak.” Semua volunteer pun langsung bersorak dan bertepuk tangan. Hehe, walaupun niat di baliknya juga supaya bisa liburan di Bali, asikkkk..
Di akhir acara semua volunteer naik ke atas panggung untuk berkumpul dan menari bersama dengan iringan musik yang menghentak. Walaupun singkat, ga bakal terlupakan oleh kita semua. Terasa banget deh indahnya Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu,satu keluarga yaitu keluarga Kompas MuDA. Horeeee..
Kalian tahu tentang “Taman Bacaan Jendela Dunia”? Inilah hasil kerja keras 3G (Third Generation), volunteer Kompas MuDA Jakarta Angkatan Ketiga. Mereka kembali beraksi dengan mendirikan sebuah taman bacaan di wilayah kota Bekasi, tepatnya di Jalan Kusuma Barat VII Blok 4D RT.03 RW.017, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. Program taman bacaan ini diusung oleh Kompas MuDA sebagai program tanggungjawab sosial dan lingkungan demi meningkatkan minat baca dalam masyarakat khususnya anak-anak sedini mungkin dengan menyediakan akses buku-buku yang berkualitas. Buku-buku di taman bacaan ini adalah persembahan dari Dana Kemanusiaan Kompas yang dihimpun dari pembaca Kompas.
Dengan mendirikan suatu taman bacaan bagi masyarakat merupakan usaha yang mulia karena dengan adanya sarana tersebut maka akan membantu dan mendorong mereka untuk rajin membaca dan menggali ilmu pengetahuan. Melalui taman bacaan inilah, masyarakat juga dapat membaca buku tanpa harus membelinya. Tidak hanya itu, anak-anak juga tidak hanya belajar melalui buku-buku yang tersedia namun juga belajar berinteraksi antar sesama, sehingga arena taman bacaan ini sekaligus menjadi sarana belajar dan bermain yang positif bagi mereka. Karena ini sangat berbeda dengan aktivitas membaca di sekolah yang dilakukan semata untuk tujuan akademik dan sering kali sifatnya memaksa, reading for pleasure adalah aktivitas membaca yang sifatnya untuk mengisi waktu luang dan dilakukan tanpa ada kewajiban untuk melaporkan apa yang telah dibaca.
Selama hampir tiga minggu, 3G telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk mendirikan taman bacaan yang berguna bagi warga setempat. Faiz selaku ketua pelaksana Taman Bacaan Jendela Dunia berkata “Kita harus bisa membuat anak-anak menjadi lebih rajin untuk membaca dengan adanya taman bacaan ini”. Oh iya, mereka tidak sendiri dalam merealisasikan taman bacaan ini loh, mereka dibantu juga oleh karang taruna dan pengurus setempat dan bersama-sama mendirikan taman bacaan impian bagi masyarakat Bekasi Timur. Mulai dari bekerja sama merapikan lokasi yang akan menjadi taman bacaan jendela dunia, melabelkan seri pada buku-buku yang disediakan dari Kompas, sampai mendekor tempat taman bacaan ini menjadi tempat yang nyaman dan asik bagi para pembaca-pembaca nantinya.
Hemm, mungkin ada yang bertanya “Kenapa sih mereka memilih Bekasi Timur sebagai lokasi taman bacaan ini?”. Hal ini berkaitan dengan tujuan mereka dalam mendirikan taman bacaan ini, yaitu untuk menumbuhkan minat baca terhadap anak-anak sedini mungkin, menyediakan akses terhadap buku-buku bacaan anak-anak yang berkualitas bagi anak-anak yang berada di lingkungan masyarakat menengah ke bawah dan menyediakan tempat bagi anak-anak dimana mereka dapat dengan santai dan nyaman membaca buku-buku bacaan di luar jam sekolah.
Maka diputuskanlah Bekasi Timur sebagai lokasi yang paling cocok untuk mendirikan taman bacaan ini sesuai dengan lingkungan anak-anak yang tinggal di sana. Oh iya, sebelumnya mereka juga sudah melakukan riset loh tentang lokasi yang mereka pilih ini dan hasilnya justru justru wilayah di sekitar Jakarta lah yang masih minim akan sarana taman bacaan seperti ini, khususnya di daerah Bekasi. Maka dari itulah “Taman Bacaan Jendela Dunia” ini merupakan taman bacaan yang pertama kali didirikan di Bekasi Timur.
Akhirnya hari ini telah tiba, tepat di tanggal 30 Januari 2011, Taman Bacaan Jendela Dunia resmi dibuka. Peresmian ini dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat setempat loh, bahkan sampai Bapak Dedy Supriady, SIP selaku Pak Camat Bekasi Timur datang dalam acara peresmian taman bacaan ini. Tidak hanya ada beliau, tetapi ada pula Bapak Akhmad Nooryadi selaku Pak Lurah Duren Jaya, Bapak Tukiran MM selaku Pak RW 17, Ibu Dio Ai Lien, Ph.D selaku Kepala Perpustakaan Atmajaya serta ibu-ibu dari PKK juga hadir loh.
Di minggu pagi yang cerah ini, suasana peresmian Taman Bacaan Jendela Dunia sangat ramai, masyarakat yang hadir pun sangat banyak. Mereka sangat antusias dan tertarik dengan taman bacaan yang bakal hadir di lingkungan mereka. Mereka sangat bangga atas kerja keras semuanya dan sangat berterima kasih kepada Kompas MuDA dalam merealisasikan sebuah taman bacaan yang bermanfaat bagi masyarakat yang ada di wilayah Bekasi Timur ini.
Oh iya, tidak hanya bapak-bapak atau ibu-ibu saja loh yang datang. Tetapi banyak juga anak-anak yang datang, mereka dengan tertib mengikuti acara yang telah dipersiapkan sebelumnya. Mulai dari acara nonton bareng film anak-anak, mendengarkan dongeng tentang “Malin Kundang”, dan permainan-permainan seru lainnya. Ada lomba kostum juga loh, jadi mereka dapat hadiah yang banyak untuk mereka bawa pulang ke rumah masing-masing.
Last but not least, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang mendukung atas berdirinya Taman Bacaan Jendela Dunia.
It’s Time for Meeting, ber-“DISKO” ala 3G’ers..!!!
Mungkin pada heran ya, namanya kok DISKO?? He-he-he. Itu sebutan mereka sewaktu kumpul untuk rapat. Si Igoy yang punya ide itu, ya supaya lebih enak didenger dan nggak terkesan berat kalo pake sebutan “rapat” buat kumpul, kadang kan suka males aja kalo pake sebutan itu, ya kan?? Kata Igoy sih “DISKO itu artinya Diskusi Kelompok”, tapi ini bukan sembarang “DISKO” yang gaul abis itu, DISKO mereka ini justru tambah gaul karena anak-anak kecil dibolehin buat nge-DISKO :).
Wah, nggak nyangka ternyata sekarang saatnya 3G’ers mulai kumpul untuk ngebahas rangkaian acara Kompas MuDA tahun ini. Dan nggak perlu lama-lama juga, mereka memulai rapat perdana mereka tentang rangkaian acara Kompas MuDA Creativity 4th Anniversary :party . Hmm, udah pada bersemangat sekali mereka, terlihat wajah-wajah yang nggak sabar, ingin tahu acara seperti apa sih yang nanti mereka kerjakan bersama.
“Tapi kok pada diem ya?” kata Mba Tarrence, selaku Nyonya Marcom Kompas J, mungkin karena mereka masih bingung kali ya mau mulai darimana, he-he-he.. Untung ada Mba Tarrence dan dayang-dayangnya, ada Raindy dan Daniel yang membantu mereka untuk menjelaskan kegiatan keren ini yang udah dirancang oleh Marcom Kompas MuDA. Oh iya, Marcom itu Marketing Communication loh (just info aja, soalnya ada beberapa dari mereka yang nggak tau sebelumnya, he-he-he.. :k ).
Setelah arahan dari Mba Tarrence selesai, langsung saja sang ketua pelaksana tahun ini si ‘Igoy’ beraksi, mengambil alih untuk memulai DISKO ini dengan para volunter lainnya yang telah terbagi dalam divisi-divisi di hari sebelumnya, cukup panjang lebar mereka berdiskusi kelompok, mengolah acara ini biar sukses dan berhasil. Semangattt…!!!! Pembagian tugas pun udah mulai jelas, dari divisi publikasi yang bakalan ribet untuk ngundang-undang anak-anak sekolah buat ikutan acara ini, divisi acara yang sibuk dengan rundownnya dan orang-orang narsis yang suka banget tampil di panggung, divisi perlengkapan dengan barang-barang yang musti ada pas acara nanti dan divisi dokumentasi sebagai tim tukang foto, he-he-he.. :r
Awalnya mereka sempet kesulitan untuk promosi karena untuk konten dan design acara ini masih belum fix, jadi mereka hanya menyusun langkah-langkah apa saja untuk promosi acara ini ke luar khususnya untuk kompetisi mading 3D ke sekolah-sekolah. Jadi divisi humas terlebih dahulu bekerja membicarakan sekolah mana saja di Jabodetabek yang bakalan diundang untuk ikut kompetisi mading 3D ini, dan ternyata cukup banyak banget sekolahnya. Dan mereka juga bahas untuk ngadain night carnaval loh sebagai puncaknya promosi kita tentang acara ini yang bakal diadain mulai dari main musik dapur di Kota Tua, long march dari Monas ke Bundaran HI sampe berkeliling asik di Senayan dan beberapa mall di Jakarta seperti FX, PS, Sency, dan Pelangi.
Huaaaaa… Kayaknya perlu extra time nih buat mempersiapkan semuanya untuk promosi acara ini dan nyebarin surat undangan ke sekolah-sekolah. Eits, ada ada saran dari Merlin, si calon perawat ini bilang “kenapa nggak lewat pos aja?”, tapi Raras langsung ngejawab “kalo lewat pos, itu nggak efektif, karena kadang surat undangan dari acara-acara kayak kita ini, bakalan mentok di TU sekolah itu aja, bisa-bisa nggak sampe ke anak-anaknya.” Jadi dengan alasan itulah, mereka semua memutuskan untuk membagi-bagi per tim untuk nyebarin surat undangan dan promosi acara Kompas ini secara langsung. Dengan begitu, anak-anak sekolah yang jadi target utama kompetisi ini jadi lebih bisa ngerti.
Karena memang cukup mepet juga sebenernya kalo acara ini perlu diselesaikan dalam waktu kurang dari sebulan, perlu kerja keras nih dari 3G’ers karena rangkaian pertama ini berlangsung selama tiga hari, tepatnya pada tanggal 12 sampai 14 November bulan depan, ayo caiyo semua..!!! Dan di sini lah, mereka semua mengeluarkan ide-ide kreatif mereka, menggabungkannya menjadi sesuatu yang sangat menarik demi menyukseskan acara Kompas tahun ini.
DISKO kali ini mereka juga ngebahas tentang konsep acara yang bakalan meriah karena akan ada kompetisi antar sekolah, bakalan ngundang penampilan-penampilan yang menarik dari sekolah-sekolah ternama di Jabodetabek untuk unjuk kebolehan mereka yang unik-unik, mulai dari yang suka main perkusi, tari-tarian dan penampilan berseni lainnya. Nggak hanya itu juga, ada pula workshop yang bakalan diisi oleh narasumber yang hebat,sampai guest star yang manggung dengan lagu-lagu yang asik sampe band-band indie yang nggak kalah hebatnya yang akan manggung buat mengguncang Gedung Kompas Gramedia Palmerah, he-he-he. :e
Jadi bagi kamu-kamu yang mau nampilin band kamu atau unjuk kebolehan kreatifitas dari sekolah kamu, kamu bisa hubungi Raindy di 0855-8424-969. Dan nggak hanya itu, di acara Kompas kali ini juga ada berbagai workshop-workshop yang keren seperti fotografi dengan tema “IT di sekitar kita” oleh Mas Arbain Rambey, beliau itu Pewarta Kota Kompas loh, ada juga workshop tentang Inspirasi Penulis MuDA (Blogging) oleh Mba Margaretha Astaman, beliau juga seorang penulis “After Orchard”, kalian pasti tahu kan? Dan pokoknya banyak deh workshop-workshop yang nggak kalah kerennya.
Ada satu acara lagi yang musti alias kudu kalian ikutin bagi kalian, anak-anak SMA yang merasa hebat dalam membuat mading, kali ini MuDA Competition akan menyelenggarakan Kompetisi Mading 3D, jadi ayo segera daftarkan tim kalian untuk ikut kompetisi ini dan menangkan hadiahnya, dan kamu nggak bakal nyesel deh, apa lagi kamu nggak dipungut biaya apapun untuk pendaftaran kompetisi ini. Gimana? Seru kan? Dan untuk pendaftaran Kompetisi Mading 3D maupun workshop, kamu bisa hubungi ke Sisca di 0852-1303-4599 atau Desy di 0818-0850-4717. Oke? Ditunggu ya.. ;)
Acara kali ini juga ada Mini Fair, diskon buku murah sampai 70% dari jam 10 pagi sampai jam 5 sore, di Lobby Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Barat. Anyway, kalian udah tahu tema acara Kompas tahun ini apa? Kali ini Kompas MuDA Creativity 4th Anniversary, mengusung tema “IT’s about US : Air untuk Masa Depan” yang merupakan kerja bareng Kompas MuDA dengan Aqua.
Jadi pokoknya nggak nyesel deh bagi kalian-kalian yang mau ikut berpartisipasi dalam acara ini. So, let’s join with us and don’t miss it guys.. !!!! :mj
Tada...! Akhirnya volunter Kompas MuDA angkatan III se-Jabodetabek resmi memulai kegiatan mereka. Berbeda dengan volunter di angkatan-angkatan sebelumnya, kali ini mereka mendapatkan sesuatu yang jaraaang... banget orang lain dapatkan. Nggak tanggung-tanggung, mereka mendapatkan workshop jurnalistik langsung dari wartawan-wartawan senior Kompas! Dan nggak hanya itu mereka juga mendapatkan workshop fotografi dari fotografer handal... Keren banget kan? Nah loh, volunter-volunter di angkatan sebelumnya pada ngiri nggak tuh? He-he-he, peace .
Oh iya, workshopnya sendiri berlangsung selama dua hari, tepatnya tanggal 19-20 Oktober lalu di Gedung Kompas Gramedia Palmerah Selatan. Hari pertama itu acara dimulai tepat jam 3 sore. Para volunter yang satu persatu berdatangan di ruang Diklat Kompas mendapat sambutan hangat dari Mbak Elok dan Mas Amir, deskmen Kompas MuDA. Dan nggak butuh waktu lama buat 23 volunter wilayah Jabodetabek untuk saling berkenalan dan berakrab ria, bahkan ada loh beberapa anak yang udah curcol-curcolan, ha-ha-ha..
Sesi pertama, mereka semua diputerin video company profile Kompas, mereka dibuat menjelajahi saat-saat Kompas dulu seperti apa dan hasilnya mereka tahu kalau Kompas itu sangat hebat dan sangat berpengaruh terhadap perkembangan media di Indonesia. Mereka juga dijelasin apa sih profesi jurnalistik itu dan kriteria apa saja bagi kamu-kamu yang ingin jadi seorang wartawan. Di sesi selama dua jam ini bapak FA Santoso memberikan segala hal yang perlu kita ketahui kalau kita pengen jadi jurnalis Te-O-Pe. Beliau berkata, “Seorang jurnalis harus punya nose for news, alias peka terhadap berita!” Para peserta manggut-manggut saja penuh perhatian. Salah satu volunter nyeletuk, “Waduh, gue cuma punya nose for food nih...,” ha-ha-ha!
Sesi selanjutnya dimulai jam lima sore, berlangsung atraktif dan hidup. Terang saja, materi yang disampaikan cukup unik, yaitu Fotografi Jurnalistik. Nggak tanggung-tanggung, trainernya adalah Mas Arbain Rambey, fotografer senior Kompas. Workshop satu ini membuat mereka terpukau dengan foto-foto yang ditampikan oleh beliau, proses pengambilannya, dan tidak lupa tips-tips untuk dapetin foto yang bagus, pokoknya hebat dan seru deh. Oh iya, ada satu kalimat yang cukup berkesan dari beliau adalah, “Kita enggak usah terlalu mikirin auto atau manual kamera kamu, yang penting itu moment yang bakal kamu potret, komposisi dan anglenya.”
Kemudian di hari kedua dengan tempat dan waktu yang sama, para volunter diberikan pemahaman lanjut oleh Mas Amir mengenai gaya menulis di halaman Kompas MuDA yang berbeda dengan gaya penulisan di halaman Kompas lainnya. Pada nyadar kan, kalau halaman kita ini bahasanya “kita banget”? Setelahnya, para volunter mendapatkan pengarahan dari Mbak Elok tentang rangkaian acara perayaan HUT Kompas MuDA ke-4, yang puncak acaranya akan dilangsungkan di Jakarta awal Maret 2011. Tapi sebelum puncak acara itu, ada banyak acara-acara seru yang akan membuat kalian menyesal setengah mati kalau nggak ikut. Emang apa aja sih acaranya? Eits, nggak boleh tahu dulu, entar nggak surprise dong jadinya...
Seperti tahun-tahun sebelumnya, volunter Kompas MuDA dari tiap kota akan dibentuk menjadi sebuah kepanitiaan. Mereka juga akan mempunyai nama atau julukan unik yang berbeda di tiap-tiap daerahnya. Dan untuk tahun ini, terpilihlah Yogi Maringgi (Igoy) dari Universitas Paramadina sebagai Ketua Volunter Kompas MuDA se-Jabodetabek. Setelah diskusi yang cukup intens, Igoy dan teman-teman volunter memutuskan untuk memakai kata “3G” sebagai nama angkatan mereka. “Kenapa 3G? Karena volunter Kompas MuDA tahun ini angkatan ke-3 (Third Generation), dan kata ‘3G’ itu sendiri erat hubungannya dengan teknologi, yang jadi tema utama perayaan HUT Kompas MuDA kita,” tutur sang ketua. Engga hanya itu, 3G juga dapat diartikan jadi “Gue Generasi Gaul”, pede abis kan, he-he-he..
Ada sesuatu yang spesial di hari kedua ini loh, mereka dapat kunjungan istimewa pada sore harinya, volunter Kompas MuDA se-Jabodetabek (3G’ers) dibawa oleh deskmen MuDA ke lantai 3 Gedung Kompas Gramedia. “Ini adalah kantor redaksi Kompas, tempat 125 lebih wartawan mengerjakan koran setiap hari,” terang Mbak Elok di depan pintu masuk. Woowww! Ruang redaksi Kompas ternyata punya banyak sekali meja, yang dikelompokkan menurut halaman koran yang dikerjakan. Ada desk ekonomi, olahraga, opini, dan sebagainya. Ada pula desk fotografi, yang menampung foto-foto yang masuk untuk dipilih dan dimuat di koran. Di sini, 3G'ers melihat secara langsung proses pengerjaan halaman demi halaman Kompas yang terbit esok paginya.
Jadi tahu duluan deh, jadi kayaknya nggak perlu beli koran besok, he-he-he...
Ternyata, para wartawan yang bekerja di sini punya hobi yang seru-seru loh! Ada yang suka sepedaan, futsal, bahkan ada juga yang gemar mengoleksi botol-botol minuman. Daaannn... di tempat inilah 3G’ers menampakkan kenarsisan mereka yang luar biasa. Setiap desk yang mereka kunjungi hampir pasti dijadikan ajang berfoto ria. Gayanya juga macam-macam, dari gaya super alim sampai super najong, ha-ha-ha. Maklum, pak dan bu redaktur, kami ‘kan emang anak muda gahol .
Usai bertualang di lantai 3, 3G’ers turun ke lantai satu untuk pulang ke rumah masing-masing. Jam menunjukkan pukul delapan malam lebih, dan semuanya pulang dengan wajah antusias dan ceria. Eh, tapi kenapa ada satu volunter yang hilang, ya? Owalah, rupanya Faiz, mahasiswa Film dan Televisi IKJ masih berada di divisi multimedia Kompas lantai 3 tadi tanpa menyadari bahwa teman-temannya sudah turun dan pulang terlebih dahulu! Keasyikan ngobrol ya mas? He-he-he...
Istilah korupsi berasal dari bahasa latin “corrumpere”, “corruptio” , “corruptus” kemudian diadopsi oleh beberapa bangsa di dunia, dan beberapa bangsa di dunia memiliki istilah tersendiri mengenai korupsi.
Etimologi
·Korup = busuk, palsu, suap (kamus besar bahasa Indonesia, 1991)
·Korup = suka menerima uang sogok, menyelewengkan uang/barang milik perusahaan atau negara, menerima uang dengan menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi (kamus hukum, 2002)
·Korup = kebejatan, ketidakjujuran, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian (the lexicon webster dictionary, 1978)
Menurut David M. Chalmers :
Korupsi adalah tindakan-tindakan manipulasi dan keputusan mengenai keuangan yang membahayakan ekonomi (financial manipulations and decision injurious to the economy are often libeled corrupt).
Menurut J.J. Senturia:
Korupsi adalah penyalahgunaankekuasaan pemerintahan untuk keuntungan pribadi (the misuse of public power for private profit).
Menurut Syed Husein Alatas:
Korupsi adalah tindakan yang meliputi penyuapan (bribery), pemerasan (extortion) dan nepotisme.
Menurut Transparency International:
Korupsi adalah penyalahgunaan kekuasaan (amisuseof power), kekuasaan yang dipercayakan (a power that isentrusted), dan keuntungan pribadi (a private benefit) baik sebagai pribadi, anggota keluarga, maupun kerabat dekat lainnya.
Korupsi dapat juga diartikan sebagai :
·Pengkhianatan terhadap kepercayaan (betrayal of trust), pengkhianatan merupakan bentuk korupsi paling sederhana, semua orang yang berkhianat atau mengkhianati kepercayaan atau amanat yang diterimanya adalah koruptor. Amanat dapat berupa apapun, baik materi maupun non materi, seperti pesan, aspirasi rakyat.
·Penyalahgunaan kekuasaan(abuse of power), abuse of power merupakan korupsi tingkat menengah yang merupakan segala bentuk penyimpangan yang dilakukan melalui struktur kekuasaan, baik pada tingkat negara maupun lembaga-lembaga struktural lainnya, termasuk lembaga pendidikan, tanpa mendapatkan keuntungan materi.Penyalahgunaan kekuasan untuk mendapatkan keuntungan material (material benefit)
·Penyimpangan kekuasaan untuk mendapatkan keuntungan material baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Korupsi pada level ini merupakan tingkat paling membahayakan karena melibatkan kekuasaan dan keuntungan material. Ini merupakan bentuk korupsi yang paling banyak terjadi di indonesia
Foto: Calon volunter sedang menunggu giliran wawancara
Selamat ya bagi temen-temen yang terpilih menjadi Volunter Kompas MuDA Angkatan III. Daftar yang terpilih akan dimuat di Kompas MuDA, Jumat 15 Oktober 2010. Pengumuman ini baru untuk wilayah Jabodetabek, sedangkan wilayah lain akan menyusul. Kami juga mengingatkan, deadline pengiriman lamaran untuk daerah selain Jabodetabek adalah besok Jumat 15 Oktober 2010 Pk 16.00 WIB
Catatan: Ada perbedaan daftar peserta Volunter antara edisi mudaers.com dan edisi cetak. Yg bener yg mudaers.com donk hehe...kemungkinan ada kesalahan teknis saat editing atau saat layout daftar volunter di edisi cetak. Jadi, maaf ya buat Febry (nomor 24) yang tak termuat di MuDA cetak.
Inilah Para Pemenang Volunter MuDA
1. Siska Puspita Abidin, Akuntansi PNJ
2. M Faiz Zulfikar, Film dan Televisi IKJ
3. Desy Nataliya, STIKOM LSPR Jakarta
4. Dian Negara F, SMK Tri Dharma 2 Bogor
5. Essensia Kasih, SMAN 8 Jakarta
6. Raras Prawitaningrum, SMAN 26 Jakarta
7. Tri Susilawati, Sastra Perancis UI
8. M Philotra R, International Islamic High School
9. Diana Sekar Ayu, Ekonomi UI
10. Sisca Utami Putri, Farmasi Universitas Pancasila
11. Justian Edwin Darmawan, SMAN 98 Jakarta
12. Agung Nurjana, Ilmu Perpustakaan UI
13. Beltsazar Arya Krisetya, Teknik Sipil UI
14. Caron Toshiko Monica S, Psikologi UPH
15. Shara Viatella A, Bahasa Jerman UNJ
16. Prasetyo Nurramdhan, Binus
17. Debby Arthalia, SMAN 99 Jakarta
18. Tri Nur Kamaliah, SMAN 82 Jakarta
19. Nindya Miesye A Pasaribu, FISIP UT
20. Rizky Meita Wulandari, Broadcast UI
21. Yogi Maringgi, Ilmu Komunikasi Univ Paramadina
22. Merlin Jovany, Keperawatan UI
23. Kalya Putri, FKG UI
24. Febry Nanda Saputra, MIPA IPB Bogor
Sekali lagi selamat ya..!!! ;)
Lets make it success guys..!!!
green holic || mencintai diri sendiri || maniak kana poto || please stop the music || baru menjadi mahasiswa teladan, kumaha etah|| love myself (have i mention that ?** || hate how much i love you !!! || not a partyholic (damn..!!!). AMNESIA i'm so damn MISS you !! || can't live without music|| adobe photoshop and lime wire *laft !!* || love to be on cam (again , i've already mention it) || love my servants , B 6822 KNN, si gesiT irit(Loch) !! || RnB holics *dan sangat ngefans sama soulchlid, daft punk , timbaland , pharrel williams and the neptunes* (sapa aj tuh orang)|| pole dancing (oh my gosh) (boonk ahhh)|| laft* BURBERRY sangadh !! || again , lovin' myself !! || L.A Menthol *w gagal (no smoking, pse)!! || sedang asik dengan If U Leave-nya Soulchlid feat Mary J. Blige (really love this song )|| huft* , cape !!