Begins with A Fun Workshop..!!!
Tada...! Akhirnya volunter Kompas MuDA angkatan III se-Jabodetabek resmi memulai kegiatan mereka. Berbeda dengan volunter di angkatan-angkatan sebelumnya, kali ini mereka mendapatkan sesuatu yang jaraaang... banget orang lain dapatkan. Nggak tanggung-tanggung, mereka mendapatkan workshop jurnalistik langsung dari wartawan-wartawan senior Kompas! Dan nggak hanya itu mereka juga mendapatkan workshop fotografi dari fotografer handal... Keren banget kan? Nah loh, volunter-volunter di angkatan sebelumnya pada ngiri nggak tuh? He-he-he, peace .
Oh iya, workshopnya sendiri berlangsung selama dua hari, tepatnya tanggal 19-20 Oktober lalu di Gedung Kompas Gramedia Palmerah Selatan. Hari pertama itu acara dimulai tepat jam 3 sore. Para volunter yang satu persatu berdatangan di ruang Diklat Kompas mendapat sambutan hangat dari Mbak Elok dan Mas Amir, deskmen Kompas MuDA. Dan nggak butuh waktu lama buat 23 volunter wilayah Jabodetabek untuk saling berkenalan dan berakrab ria, bahkan ada loh beberapa anak yang udah curcol-curcolan, ha-ha-ha..
Sesi pertama, mereka semua diputerin video company profile Kompas, mereka dibuat menjelajahi saat-saat Kompas dulu seperti apa dan hasilnya mereka tahu kalau Kompas itu sangat hebat dan sangat berpengaruh terhadap perkembangan media di Indonesia. Mereka juga dijelasin apa sih profesi jurnalistik itu dan kriteria apa saja bagi kamu-kamu yang ingin jadi seorang wartawan. Di sesi selama dua jam ini bapak FA Santoso memberikan segala hal yang perlu kita ketahui kalau kita pengen jadi jurnalis Te-O-Pe. Beliau berkata, “Seorang jurnalis harus punya nose for news, alias peka terhadap berita!” Para peserta manggut-manggut saja penuh perhatian. Salah satu volunter nyeletuk, “Waduh, gue cuma punya nose for food nih...,” ha-ha-ha!
Sesi selanjutnya dimulai jam lima sore, berlangsung atraktif dan hidup. Terang saja, materi yang disampaikan cukup unik, yaitu Fotografi Jurnalistik. Nggak tanggung-tanggung, trainernya adalah Mas Arbain Rambey, fotografer senior Kompas. Workshop satu ini membuat mereka terpukau dengan foto-foto yang ditampikan oleh beliau, proses pengambilannya, dan tidak lupa tips-tips untuk dapetin foto yang bagus, pokoknya hebat dan seru deh. Oh iya, ada satu kalimat yang cukup berkesan dari beliau adalah, “Kita enggak usah terlalu mikirin auto atau manual kamera kamu, yang penting itu moment yang bakal kamu potret, komposisi dan anglenya.”
Kemudian di hari kedua dengan tempat dan waktu yang sama, para volunter diberikan pemahaman lanjut oleh Mas Amir mengenai gaya menulis di halaman Kompas MuDA yang berbeda dengan gaya penulisan di halaman Kompas lainnya. Pada nyadar kan, kalau halaman kita ini bahasanya “kita banget”? Setelahnya, para volunter mendapatkan pengarahan dari Mbak Elok tentang rangkaian acara perayaan HUT Kompas MuDA ke-4, yang puncak acaranya akan dilangsungkan di Jakarta awal Maret 2011. Tapi sebelum puncak acara itu, ada banyak acara-acara seru yang akan membuat kalian menyesal setengah mati kalau nggak ikut. Emang apa aja sih acaranya? Eits, nggak boleh tahu dulu, entar nggak surprise dong jadinya...
Seperti tahun-tahun sebelumnya, volunter Kompas MuDA dari tiap kota akan dibentuk menjadi sebuah kepanitiaan. Mereka juga akan mempunyai nama atau julukan unik yang berbeda di tiap-tiap daerahnya. Dan untuk tahun ini, terpilihlah Yogi Maringgi (Igoy) dari Universitas Paramadina sebagai Ketua Volunter Kompas MuDA se-Jabodetabek. Setelah diskusi yang cukup intens, Igoy dan teman-teman volunter memutuskan untuk memakai kata “3G” sebagai nama angkatan mereka. “Kenapa 3G? Karena volunter Kompas MuDA tahun ini angkatan ke-3 (Third Generation), dan kata ‘3G’ itu sendiri erat hubungannya dengan teknologi, yang jadi tema utama perayaan HUT Kompas MuDA kita,” tutur sang ketua. Engga hanya itu, 3G juga dapat diartikan jadi “Gue Generasi Gaul”, pede abis kan, he-he-he..
Ada sesuatu yang spesial di hari kedua ini loh, mereka dapat kunjungan istimewa pada sore harinya, volunter Kompas MuDA se-Jabodetabek (3G’ers) dibawa oleh deskmen MuDA ke lantai 3 Gedung Kompas Gramedia. “Ini adalah kantor redaksi Kompas, tempat 125 lebih wartawan mengerjakan koran setiap hari,” terang Mbak Elok di depan pintu masuk. Woowww! Ruang redaksi Kompas ternyata punya banyak sekali meja, yang dikelompokkan menurut halaman koran yang dikerjakan. Ada desk ekonomi, olahraga, opini, dan sebagainya. Ada pula desk fotografi, yang menampung foto-foto yang masuk untuk dipilih dan dimuat di koran. Di sini, 3G'ers melihat secara langsung proses pengerjaan halaman demi halaman Kompas yang terbit esok paginya.
Jadi tahu duluan deh, jadi kayaknya nggak perlu beli koran besok, he-he-he...
Ternyata, para wartawan yang bekerja di sini punya hobi yang seru-seru loh! Ada yang suka sepedaan, futsal, bahkan ada juga yang gemar mengoleksi botol-botol minuman. Daaannn... di tempat inilah 3G’ers menampakkan kenarsisan mereka yang luar biasa. Setiap desk yang mereka kunjungi hampir pasti dijadikan ajang berfoto ria. Gayanya juga macam-macam, dari gaya super alim sampai super najong, ha-ha-ha. Maklum, pak dan bu redaktur, kami ‘kan emang anak muda gahol .
Usai bertualang di lantai 3, 3G’ers turun ke lantai satu untuk pulang ke rumah masing-masing. Jam menunjukkan pukul delapan malam lebih, dan semuanya pulang dengan wajah antusias dan ceria. Eh, tapi kenapa ada satu volunter yang hilang, ya? Owalah, rupanya Faiz, mahasiswa Film dan Televisi IKJ masih berada di divisi multimedia Kompas lantai 3 tadi tanpa menyadari bahwa teman-temannya sudah turun dan pulang terlebih dahulu! Keasyikan ngobrol ya mas? He-he-he...
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
Diposkan oleh




0 komentar:
Poskan Komentar